0812 9780 4500
 




Penyakit A-Z

Berikut daftar penyakit yang dapat disembuhkan atu dicegah dengan mengkonsumsi BABUL SYIFFA :

 

 

Di Indonesia prevalensi tumor/kanker adalah 4,3 per 1000 penduduk. Kanker merupakan penyebab kematian nomor 7 (5,7%) setelah stroke, TB, hipertensi, cedera, perinatal, dan DM (Riskesdas2007). Berdasarkan data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) tahun 2006, kanker terbanyak pada pasien rawat inap adalah kanker payudara (19,64%), disusul kanker leher rahim (11,07%), kanker hati dan saluran empedu intrahepatik (8,12%), Limfoma non Hodgkin (6,77%), dan Leukemia (5,93%). Leukemia merupakan kanker yang sering terjadi pada anak.
Sementara itu berdasarkan data registrasi kanker berbasis rumah sakit di DKI Jakarta tahun 2005, kanker pada anak usia 0-17 tahun terbanyak adalah leukemia (33,7%), neuroblastoma (7%), retinoblastoma (5,3%), osteosarcoma (4,8%), dan Lyphoma Non Hodgkin (4,8%). Kanker pada anak merupakan 4,9% dari kanker pada semua usia. Kanker pada anak lebih banyak menyerang laki-laki (53,5%) daripada perempuan (46,5%), kata Menkes.

Pengobatan secara konvensional dilakukan tiga tahap; operasi hanya boleh dilakukan pada  kanker stadium Ia dan tidak boleh dilakukan pada kanker stadium lebih tinggi; kemoterapi dan penyinaran. Pengobatan kanker membutuhkan biaya tinggi dan efek samping yang menyakitkan. Apalagi dokter di Indonesia sering melakukan operasi pada penderita kanker diatas stadium Ia (irasional). Hal  ini menyebabkan mempercepat penyebaran, harta habis dan kesakitan meningkat sehingga menimbulkan stress pada pasien dan keluarganya.

Dari studi kasus penggunaan jamuBABUL SYIFFAuntuk pengobatan tumor dan kanker selama 12 tahun. Dari hasil pemantauan setelah 2 minggu pemberian jamu ini ternyata telah ada perbaikan dan pengobatan dilanjutkan sampai 3 – 6 bulan tergantung dari besarnya tumor. Sedangkan kanker digunakan untuk selamanya. Obat yang digunakan adalah BABUL SYIFFA untuk diminum, dan BABUL SYIFFA dikompreskan ke benjolan, ternyata setelah 6 bulan kemudian diuji laboratorium ternyata ca test menurun dan tidak ada peningkatan stadium. Pada gejala sebarannya. Keberhasilan > dari 90 %, ketidak berhasilan disebabkan putus obat, dan tidak terlihat adanya efek samping.

            Tujuan: adalah untuk melancarkan aliran darah di seluruh tubuh sebab kerja dari BABUL SYIFFA mengunakan mikroba, tempat terasa sakit untuk menghilangkan gejala, rasa sakit, mengecilkan radang  dan atau tumor agar semua penyakit dapat sembuh dengan cepat. Memenuhi moto “SEMUA PENYAKIT ADA OBATNYA” JADIKANLAH MAKANANMU SEBAGAI OBAT JANGAN KAU JADIKAN OBAT SEBAGAI MAKANAN.

            Hipotesis : Aliran darah yang lancar dapat menyembuhkan segala macam penyakit karena dapat meningkatkan fungsi dari semua organ tubuh.

            Cara kerja: mikroba positif akan masuk dengan cepat dan langsung mengurai dalam darah dengan cepat 15 sampai 20 menit sudah menyebar dalam tubuh ,Dapat mempercepat  kesembuhan penyakit, menghilangkan rasa sakit, radang dan  mengecilkan tumor atau kanker. Metode ini sangat manjur, murah  dan  dapat dilakukan sendiri untuk  stroke, migraine & vertigo, urat kecepit dan patah tulang, keropos tulang, reumatik, tumor & kanker, penyakit mata, penyakit perut, penyakit infeksi, penyakit penuaan, penyakit gangguan darah, dan perawatan tubuh.

Terapi dapat dilakukan sendiri oleh semua orang .  terutama sangat diperlukan untuk pertolongan pertama mengatasi penyakit oleh masyarakat pedesaan yang tidak terjangkau pelayanan kesehatan pemerintah. Untuk mencapai “INDONESIA SEHAT 2019”

Faktor pendorong penggunaan obat herbal dan fisioterapi di negara maju antara lain adalah usia harapan hidup yang lebih panjang pada saat prevalensi penyakit kronis meningkat, adanya kegagalan penggunaan obat modern untuk penyakit tertentu (seperti kanker, lupus), serta meluasnya akses informasi mengenai obat herbal dan fisioterapi di seluruh dunia.

Penelitian obat herbal sangat sukar dan kompleks, misal pengakuan dan konsistensi sebagai obat suatu penyakit berdasarkan senyawa kimia dalam tumbuhan sesuai dengan obat modern. Percobaan uji kliniks tidak dapat sesuai dengan obat modern, seringkali terjadi efek tidak spesifik untuk pengobatan. Dalam beberapa hal fitoterapi modern dan fisioterapi adalah plasebo efek tinggi sampai sangat  tinggi   dan tanpa zat pembanding karena zat aktif dari tanaman sangat sukar diisolasi dan efek fisioterapi sukar dibuktikan secara ilmiah..Meskipun begitu para praktisi atau pengobat meyakini tentang khasiat dari ramuan dan fisioterapi dengan cara melakukan pengobatan kepada banyak orang sehingga khasiat ditentukan sesuai dengan banyaknya kasus.

Kami sebagai penemu FORMULASI KOMPOSISI FARMASI UNTUK TUMOR, DAN KANKER/MILLITURIUM dengan nomor pendaftaran HAKI : ……………. dan telah didaftarkan ke Badan POM. Menemukan bahwa dengan efek sinergistik campuran herba dalam pembuatan formula jamu lebih besar dari 25 jenis herba ternyata dapat menurunkan dosis jamu. Dosis sediaan kami 15 ml dalam kemasan sachet diminum dengan dosisi cleansing,balancing,protrcting,maintenance dapat menyembuhkan dan mencegah penyakit dan terasa gejala berkurang setelah minum selama 10 – 15 menit. Insyaallah keberhasilan lebih besar dari 90 %. Pada umumnya kegagalan disebabkan karena putus obat.

JamuBABUL SYIFFAsolusi paling tepat untuk PENGOBATAN : Berfungsi PENYEMBUHAN dan PENINGKATAN FUNGSI SEL TUBUH demi PENINGKATAN DAYA TAHAN KEKEBALAN TUBUH.

JamuBABUL SYIFFAdiramu  lebih besar dari 25 jenis tanaman yang berkhasiat sama, terdiri dari HERBAL BAHAN UTAMA dan bahan tanaman lain sebagai pelengkap, untuk meningkatkan khasiat jamu; dan disajikan dalam kapsul, agar efektif dan terjamin kesempurnaan dan keutuhan herbal kandungannya, dengan DOSIS RENDAH, paling diperlukan untuk PENYEMBUHAN.

Dosis rendahBABUL SYIFFAmenjamin keefektivitasan khasiat dan tidak perlu takut terjadinya efek samping, hipersensitivitas, dan bahkan kemungkinan terjadi interaksi obat, manakala dikombinasi dengan terapi obat modern.

Dari hasil pengamatan studi kasus selama 12 tahun, ternyata ramuanBABUL SYIFFAdapat menurunkan dosis lazim, dari 500 hingga 800 kali lebih kecil, dari uji kasus terlihat keberhasilan pengobatan tumor dan kanker dapat mencapai hingga lebih dari 90%, serta dapat meningkatkan kualitas hidup pada penderita kanker yang sangat lanjut atau kanker kronis, kegagalan pengobatan disebabkan karena putus obat.

  1. pengertian-alergi-makanan
  2. pengertian-ambeyen
  3. pengertian-amputasi
  4. pengertian-angin-duduk
  5. pengertian-aritmia
  6. pengertian-asma
  7. pengertian-batu-empedu
  8. pengertian-batu-ginjal
  9. pengertian-batu-kandung-kemih
  10. pengertian-batuk-darah
  11. pengertian-bidai-tulang-kering
  12. pengertian-bronkitis
  13. pengertian-cacar-air
  14. pengertian-candidiasis
  15. pengertian-cedera-saraf-tulang-belakang
  16. pengertian-dehidrasi
  17. pengertian-demam-berdarah
  18. pengertian-demam-kuning
  19. pengertian-demam
  20. pengertian-diabetes
  21. pengertian-diare
  22. pengertian-ejakulasi-dini
  23. pengertian-epilepsi
  24. pengertian-flek-hitam
  25. pengertian-flu-burung
  26. pengertian-flu-singapura
  27. pengertian-flu
  28. pengertian-gagal-ginjal-akut
  29. pengertian-gangguan-pencernaan
  30. pengertian-gangguan-pendengaran
  31. pengertian-gastritis
  32. pengertian-hamil-anggur
  33. pengertian-hepatitis
  34. pengertian-hernia
  35. pengertian-herpes-genital
  36. pengertian-hipertensi
  37. pengertian-hipotermia
  38. pengertian-hiv-dan-aids
  39. gertian-neuroblastoma
  40. pengertian-multiple-myeloma
  41. engertianpenyakitaddison
  42. pengertian-hpv
  43. pengertian-hypoalbuminemia
  44. pengertian-impetigo
  45. pengertian-impotensi
  46. pengertian-imunisasipengertian-infeksi-ginjal
  47. pengertian-infeksi-kandung-kemih
  48. pengertian-infeksi-kulit
  49. pengertian-infeksi-nosokomial
  50. pengertian-infeksi-saluran-kemih
  51. pengertian-infeksi-saluran-pernapasan
  52. pengertian-insomnia
  53. pengertian-irritable-bowel-syndrome
  54. pengertian-iskemia
  55. pengertian-ispa
  56. pengertian-itp
  57. pengertian-jantung-berdebar
  58. pengertian-jerawat
  59. pengertian-jet-lag
  60. pengertian-kalazion
  61. pengertian-kanker-darah
  62. pengertian-kanker-ginjal
  63. pengertian-kanker-hati
  64. pengertian-kanker-kandung-kemih
  65. pengertian-kanker-kolorektal
  66. pengertian-kanker-kulit-melanoma
  67. pengertian-kanker-lambung
  68. pengertian-kanker-laring
  69. pengertian-kanker-lidah
  70. pengertian-kanker-mata
  71. pengertian-kanker-mulut
  72. pengertian-kanker-otak
  73. pengertian-kanker-ovarium
  74. pengertian-kanker-pankreas
  75. pengertian-kanker-paru
  76. pengertian-kanker-payudara
  77. pengertian-kanker-prostat
  78. pengertian-kanker-rahim
  79. pengertian-kanker-serviks
  80. pengertian-kanker-tenggorokan
  81. pengertian-kanker-testis
  82. pengertian-kanker-tiroid
  83. pengertian-kanker-tulang
  84. pengertian-kanker-usus-besar
  85. pengertian-kanker-vagina
  86. pengertian-kapalan
  87. pengertian-kardiomegali
  88. pengertian-karsinoma-nasofaring
  89. pengertian-karsinoma-sel-skuamosa
  90. pengertian-katarak-pada-manula
  91. pengertian-kecanduan-alkohol
  92. pengertian-keguguran
  93. pengertian-kehamilan-ektopik
  94. pengertian-kejang
  95. pengertian-kelainan-darah
  96. pengertian-kembar-siam
  97. pengertian-keputihan
  98. pengertian-keracunan-makananpengertian-keratitis
  99. pengertian-keratosis-pilaris
  100. pengertian-keratitis
  101. pengertian-kesehatan-mental
  102. pengertian-keseleo
  103. pengertian-ketoasidosis-diabetik
  104. pengertian-ketombe
  105. pengertian-kista-bartholin
  106. pengertian-kista-ginjal
  107. pengertian-kista-ovarium
  108. pengertian-kleptomania
  109. pengertian-kolera
  110. pengertian-kolesistitis
  111. pengertian-kolesterol-tinggi
  112. pengertian-kolitis-ulseratif
  113. pengertian-koma
  114. pengertian-komedo
  115. pengertian-konjungtivitis
  116. pengertian-konstipasi
  117. pengertian-kudis
  118. pengertian-kurap
  119. pengertian-kusta
  120. pengertian-kutil-kelamin
  121. pengertian-kutil
  122. pengertian-kutu-kemaluan
  123. pengertian-kutu-rambut
  124. pengertian-laringitis
  125. pengertian-lemah-jantung
  126. pengertian-leptospirosis
  127. pengertian-leukoplakia
  128. pengertian-lichen-planus
  129. pengertian-limfadenitis
  130. pengertian-limfadenopati
  131. pengertian-lichen-planus
  132. pengertian-limfoma-non
  133. pengertian-lipoma
  134. pengertian-luka-bakar
  135. pengertian-lumpuh-otak
  136. pengertian-lupus
  137. pengertian-malaria
  138. pengertian-mata-ikan
  139. pengertian-mata-kering
  140. pengertian-meningioma
  141. pengertian-meningitis
  142. pengertian-menopause
  143. pengertian-menorrhagia
  144. pengertian-menstruasi
  145. pengertian-mers
  146. pengertian-migrain
  147. pengertian-milia
  148. pengertian-mimisan
  149. pengertian-mimpi-buruk
  150. pengertian-miokarditis
  151. pengertian-miom
  152. pengertian-molluscum-contagiosum
  153. pengertian-morning-sickness
  154. pengertian-mual
  155. pengertian-multiple-myeloma
  156. pengertian-multiple-sclerosis
  157. pengertian-mulut-kering
  158. pengertian-myasthenia-gravis
  159. pengertian-narkolepsi
  160. pengertian-neurodermatitis
  161. pengertian-neurofibromatosis-tipe-1
  162. pengertian-neurofibromatosis-tipe-2
  163. pengertian-neuropati-perifer
  164. pengertian-neuropati
  165. pengertian-nyeri-dada
  166. pengertian-nyeri-haid
  167. pengertian-nyeri-otot
  168. pengertian-nyeri-punggung
  169. pengertian-nyeri-sendi
  170. pengertian-obesitas
  171. pengertian-ocd
  172. pengertian-odd
  173. pengertian-orchitis
  174. pengertian-osteoarthritis
  175. pengertian-osteomielitis
  176. pengertian-osteopetrosis
  177. pengertian-osteosarcoma
  178. pengertian-otitis-eksterna
  179. pengertian-otitis-media
  180. pengertian-pankreatitis-akut
  181. pengertian-pankreatitis-kronis
  182. pengertian-panu
  183. pengertian-paraplegia
  184. pengertian-paronikia
  185. pengertian-patah-pergelangan-kaki
  186. pengertian-patah-pergelangan-tangan
  187. pengertian-patah-tulang-pinggul
  188. pengertian-patah-tulang-selangka
  189. pengertian-pcos
  190. pengertian-pembengkakan-kelenjar-getah-bening
  191. pengertian-penyakit-alzheimer
  192. pengertian-penyakit-asam-lambung
  193. pengertian-penyakit-asam-urat
  194. pengertian-penyakit-celiac
  195. pengertian-penyakit-ginjal
  196. pengertian-penyakit-gondok
  197. pengertian-penyakit-graves
  198. pengertian-penyakit-jantung
  199. pengertian-penyakit-katup-jantung
  200. pengertian-penyakit-kawasaki
  201. pengertian-penyakit-kuning
  202. pengertian-penyakit-lyme
  203. pengertian-penyakit-meniere
  204. pengertian-penyakit-menular-seksual
  205. pengertian-penyakit-parkinson
  206. rabun-dekat
  207. rabun-jauh
  208. radang-amandel
  209. radang-gusi
  210. radang-otak
  211. radang-sendi
  212. radang-usus
  213. rakitis
  214. rambut-rontok
  215. rematik
  216. retinoblastoma
  217. rinitis-alergi
  218. rotavirus
  219. ruam-kulit
  220. ruam-popok
  221. sakit-kepala
  222. sakit-maag
  223. sakit-perut
  224. sakit-pinggang
  225. sariawan
  226. sarkoidosis
  227. sarkoma-jaringan
  228. sepsis
  229. serangan-jantung
  230. sifilis
  231. sindrom-cushing
  232. sindrom-down
  233. sindrom-guillain-barre
  234. sindrom-horner
  235. sindrom-marfan
  236. sindrom-turner
  237. sinusitis
  238. skizofrenia
  239. sleep-apnea
  240. solusio-plasenta
  241. spina-bifida
  242. spondilosis-servikal
  243. stenosis-pilorus
  244. stenosis-spinal
  245. striktur-uretra
  246. stroke-hemoragik
  247. stroke
  248. suara-serak
  249. syok-anafilaktik
  250. syok-hipovolemik
  251. taeniasis
  252. tahi-lalat
  253. takikardia
  254. tbc
  255. tendinitis
  256. tennis-elbow
  257. tetanus
  258. tetralogy-of-fallot
  259. transient-ischaemic-attack-tiatrauma
  260. trauma
  261. trigeminal-neuralgia
  262. trigliserida
  263. tukak-lambung
  264. tumor-otak
  265. tumor
  266. uveitis
  267. vaginitis
  268. vaginosis-bakterialis
  269. vaginosis
  270. varikokel-mirip
  271. varises
  272. vertigo
  273. wasir